NIFAS (PUERPURIUM

Juni 29, 2007

Masa nifas atau masa puerpurium adalah masa setelah partus selesai dan berakhir setelah 6 minggu.

Wanita pasca persalinan harus cukup istirahat. Delapan jam pasca persalinan, ibu harus tidur terlentang untuk mencegah perdarahan. Sesudah 8 jam, ibu boleh miring ke kiri atau ke kanan untuk mencegah trombosis. Ibu dan bayi ditempatkan pada satu kamar. Pada hari kedua, bila perlu dilakukan latihan senam. Pada hari ketiga umumnya sudah dapat duduk, hari keempat berjalan dan hari kelima dapat dipulangkan. Makanan yang diberikan harus bermutu tinggi dan cukup kalori, cukup protein dan banyak buah.

Perawatan dan hal-hal yang terjadi selama nifas :
1. Genitalia interna dan eksterna
2. Suhu badan pasca persalinan
3. Nadi
4. Hemokonsentrasi
5. Laktasi
6. Mulas
7. Serviks, uterus dan adneksa
8. Lokia
9. Miksi
10. Defekasi
11. Latihan senam

Genitalia Interna dan Eksterna
_____________________________

Alat-alat genitalia interna dan eksterna akan berangsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil, yang disebut involusi.
1. Fundus uteri
    – Setinggi pusat setelah janin dilahirkan.
    – Setinggi 2 jari bawah pusat segera setelah plasenta lahir.
    – Setinggi 7 cm atas simfisis ossis pubis atau setengah simfisis-pusat pada hari
       ke-5.
    – Tidak dapat diraba diatas simfisis ossis pubis setelah 12 hari.
2. Bekas implantasi plasenta
    – Merupakan luka kasar dan menonjol ke dalam kavum uteri yang berdiameter
       7,5 cm.
    – Sering disangka sebagai bagian plasenta yang tertinggal.
    – Diameternya menjadi 3,5 cm sesudah 2 minggu
    – Diameternya mencapai 2,4 cm pada 6 minggu.
3. Berat uterus
    – Berat uterus normal kira-kira 30 gram.
    – Berat uterus gravidus aterm kira-kira 1000 gram.
    – Beratnya menjadi 500 gram, 1 minggu pasca persalinan.
    – Beratnya menjadi 300 gram, 2 minggu pasca persalinan.
    – Beratnya menjadi 40-60 gram setelah 6 minggu pasca persalinan.
4. Pembukaan serviks
    – Serviks agak terbuka seperti corong pada pasca persalinan dan konsistensinya
       lunak.
    – Tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan ke dalam kavum uteri segera
       setelah melahirkan.
    – 2-3 jari tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan ke dalam kavum uteri
       setelah 2 jam pasca persalinan.
    – 1 jari tangan pemeriksa hanya dapat dimasukkan ke dalam kavum uteri
       setelah 1 minggu.
5. Endometrium
    – Timbul trombosis, degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta.
6. Ligamen, diafragma pelvis, fasia, otot, dan dinding vagina
    – Ligamen, diafragma pelvis dan fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan
       partus berangsur-angsur kembali seperti semula.
    – Ligamentum rotundum dapat mengendor sehingga pada hari kedua pasca
       persalinan harus dilakukan latihan senam.
    – Otot-otot dinding perut akan berinvolusi pada 6-7 minggu pasca persalinan.
    – Dinding vagina yang teregang akan kembali seperti sebelumnya kira-kira
       setelah 3 minggu.
7. Luka dan infeksi
    – Luka jalan lahir, seperti bekas episiotomi yang telah dijahit, luka pada vagina
       dan serviks yang tidak luas akan sembuh primer.
    – Infeksi dapat timbul dan dapat menyebabkan selulitis dan bila berlanjut dapat
       menimbulkan sepsis.

Suhu Badan Pasca Persalinan
___________________________

Suhu badan pasca persalinan :
– Dapat naik lebih dari 0,5 derajat selsiuus dari keadaan normal tetapi tidak lebih
   dari 39 derajat selsius.
– Umumnya suhu badan kembali normal sesudaah 12 jam pertama melahirkan.
– Bila suhu lebih dari 38 derajat selsius,, mungkin ada infeksi.

Nadi
____

Nadi :
– Nadi umumnya 60-80 denyut per menit.
– Segera setelah partus dapat terjadi takiikardi.
– Bila terdapat takikardi dan badan tidak  panas mungkin ada perdarahan berlebihan
   atau ada penyakit jantung.
– Pada masa nifas, umumnya senyut nadi lebbih labil dibanding suhu badan.

Hemokonsentrasi
_______________

Hemokonsentrasi :
– Dapat terjadi pada hari ke 3-15 pasca peersalinan.

Laktasi
_______

Kelenjar mammae telah dipersiapkan semenjak kehamilan. Umumnya produksi ASI baru terjadi pada hari ke-2 atau 3 pasca persalinan. Pada hari pertama keluar kolostrum, cairan kuning yang lebih kental daripada air susu, mengandung banyak protein albumin, globulin dan benda-benda kolostrum. Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan membalut kedua mammae hingga tertekan atau memberikan bromokriptin hingga hormon laktogenik tertekan. Kesulitan yang dapat terjadi selama masa laktasi ialah :
1. Puting rata
    – Sejak hamil, ibu dapat menarik-narik puting susu.
    – Ibu harus tetap menyusui agar puting selalu sering tertarik.
2. Puting lecet
    – Puting lecet dapat disebabkan cara menyusui atau perawatan payudara yang
       tidak benar dan infeksi monilia.
    – Penatalaksanaan dengan melakukan teknik menyusui yang benar, puting harus
       kering saat menyusui, puting diberi lanolin, monilia diterapi dan menyusui
       pada payudara yang tidak lecet.
    – Bila lecetnya luas, menyusui ditunda 24-48 jam dan ASI dikeluarkan dengan
       tangan atau dipompa.
3. Payudara bengkak
    – Payudara bengkak disebabkan pengeluaran ASI tidak lancar karena bayi tidak
       cukup sering menyusui atau terlalu cepat disapih.
    – Penatalaksanaan dengan menyusui lebih sering, kompres hangat, ASI
       dikeluarkan dengan pompa dan pemberian analgesik.
4. Mastitis
    – Payudara tampak edema, kemerahan, dan nyeri yang biasanya terjadi
       beberapa minggu setelah melahirkan.
    – Penatalaksanaan dengan kompres hangat / dingin, pemberian antibiotik dan
       analgesik, menyusui tidak dihentikan.
5. Abses payudara
    – Penatalaksanaan yaitu ASI dipompa, abses diinsisi, diberikan antibiotik dan
       analgesik.
6. Bayi tidak suka menyusui
    – Keadaan ini dapat disebabkan pancaran ASI terlalu kuat sehingga mulut bayi
       terlalu penuh, bingung puting pada bayi yang menyusui diselang-seling dengan
       susu botol, puting rata dan terlalu kecil atau bayi mengantuk.
    – Pancaran ASI terlalu kuat diatasi dengan menyusui lebih sering, memijat
       payudara sebelum menyusui dan menyusui dengan posisi terlentang dan bayi
       ditaruh diatas payudara.
    – Pada bayi dengan bingung puting, hindari pemakaian dot botol dan gunakan
       sendok atau pipet untuk memberikan pengganti ASI.
    – Pada bayi mengantuk yang sudah waktunya diberikan ASI, usahakan agar bayi
       terbangun.

Mulas
_____

Mulas :
– Perasaan mulas sesudah partus akibat konntraksi uterus kadang sangat
   mengganggu selama 2-3 hari pasca persalinan dan biasanya lebih sering pada
   multipara dibanding primipara.
– Perasaan mulas lebih terasa saat menyusuui, dapat pula timbul bila masih ada sisa
   selaput ketuban, sisa plasenta, atau gumpalan darah dalam kavum uteri.
– Pasien dapat diberikan analgesik atau seedatif.

Serviks, uterus dan adneksa
___________________________

Serviks, uterus dan adneksa :
– Keadaan serviks, uterus, dan adneksa billa ada perdarahan, biasanya karena
   involusi uteri, dapat diberikan tablet ergometrin dan tirah baring untuk
   menghentikan perdarahan.
– Bila serviks tampak hiperemis, meradang,, ada erosi dan curiga ke arah
   keganasan, lakukan pemeriksaan sitologi.
– Bila tidak ada keganasan, lakukan kauterrisasi kimiawi atau elektrik dan dapat
   juga dengan bedah beku.

Lokia
_____

Lokia :
– Lokia adalah sekret dari kavum uteri dann vagina dalam masa nifas.
– Hari pertama dan kedua terdapat lokia ruubra atau lokia kruenta, terdiri dari darah
   segar bercampur sisa selaput ketuban, sel desidua, sisa verniks kaseosa, lanugo
   dan mekonium.
– Hari berikutnya keluar lokia sanguinolennta berupa darah bercampur lendir.
– Setelah 1 minggu, keluar lokia serosa beerwarna kuning dan tidak mengandung
   darah.
– Setelah 2 minggu, keluar lokia alba yangg hanya berupa cairan putih.
– Biasanya lokia berbau agak amis, bila beerbau busuk mungkin terjadi lokiostasis
   (lokia yang tidak lancar keluar) dan infeksi.

Miksi
_____

Miksi :
– Miksi harus secepatnya dilakukan sendirii.
– Bila kandung kemih penuh dan tidak bisa  miksi sendiri, dilakukan kateterisasi.
– Bila perlu dipasang dauer catheter atau  indwelling catheter untuk mengistirahatkan
   otot-otot kandung kencing.
– Dengan melakukan mobilisasi secepatnya,  tak jarang kesulitan miksi dapat diatasi.

Defekasi
________

Defekasi :
– Defekasi harus ada dalam 3 hari pasca peersalinan.
– Bila terjadi obstipasi dan timbul koprosstase hingga skibala tertimbun di rektum,
   mungkin terjadi febris.
– Lakukan klisma atau berikan laksan perorral.
– Dengan melakukan mobilisasi sedini mungkkin, tidak jarang kesulitan defekasi
   dapat diatasi.

Latihan senam
_____________

Latihan senam dapat diberikan hari kedua, misalnya :
– Ibu terlentang lalu kedua kaki ditekuk,  kedua tangan ditaruh di atas dan
   menekan perut. Lakukan pernapasan dada lalu pernapasan perut.
– Dengan posisi yang sama, angkat bokong llalu taruh kembali.
– Kedua kaki diluruskan dan disilangkan laalu kencangkan otot seperti menahan
   miksi dan defekasi.
– Duduklah pada kursi, perlahan bungkukkann badan sambil tangan berusaha
   menyentuh tumit.

Ibu diharap kembali memeriksakan diri pada 6 minggu pasca persalinan. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat keadaan umum, keadaan payudara dan putingnya, dinding perut apakah ada hernia, keadaan perineum, kandung kemih apakah ada rektokel, tonus otot sfingter ani dan adanya fluor albus.

Kelainan yang dapat ditemukan selama nifas ialah infeksi nifas, perdarahan pasca persalinan dan eklampsia puerpurale.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: