KETUBAN PECAH DINI

Juni 29, 2007

Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban pada setiap saat sebelum permulaan persalinan tanpa memandang apakah pecahnya selaput ketuban terjadi pada kehamilan 24 minggu atau 44 minggu. (1)

Etiologi ketuban pecah dini belum diketahui dengan pasti. (1,2,3,4,5,6,7,8,9)

Beberapa faktor yang mempermudah terjadinya ketuban pecah dini :
1. Infeksi, contoh : korioamnionitis. (1,2,3,4,5,6,7,8,9)
2. Trauma, contoh : amniosentesis, pemeriksaan panggul, atau koitus. (2,5)
3. Inkompeten serviks. (1,4,5,7)
4. Kelainan letak atau presentase janin. (1,9)
5. Peningkatan tekanan intrauterina, contoh : kehamilan ganda dan hidramnion.
    (4,5,9)

Diagnosis ketuban pecah dini :
1. Keluarnya cairan jernih dari vagina. (1,2,5,8,9)
2. Inspekulo : keluar cairan dari orifisium utero eksterna saat fundus uteri ditekan
    atau digerakkan.
3. Adanya perubahan kertas lakmus merah (nitrazin merah) menjadi biru.
    (1,2,5,8,9)
4. Periksa dalam vagina : ketuban negatif.

Pemeriksaan penunjang ketuban pecah dini :
1. USG (6,9)
2. Leukosit dan suhu badan (37,5 derajat celsius) untuk menilai adanya infeksi
    (leukositosis). (6,7,9)
3. Pemantauan kesejahteraan janin. (7,8,9)
4. Pemeriksaan laboratorium, contoh : TORCH, dll. (5,9)

Penatalaksanaan ketuban pecah dini : (9)
1. Konservatif
    a. Rawat rumah sakit dengan tirah baring.
    b. Tidak ada tanda-tanda infeksi dan gawat janin.
    c. Umur kehamilan kurang 37 minggu.
    d. Antibiotik profilaksis dengan amoksisilin 3 x 500 mg selama 5 hari.
    e. Memberikan tokolitik bila ada kontraksi uterus dan memberikan kortikosteroid
        untuk mematangkan fungsi paru janin.
    f. Jangan melakukan periksan dalam vagina kecuali ada tanda-tanda persalinan.
    g. Melakukan terminasi kehamilan bila ada tanda-tanda infeksi atau gawat janin.
    h. Bila dalam 3 x 24 jam tidak ada pelepasan air dan tidak ada kontraksi uterus
        maka lakukan mobilisasi bertahap. Apabila pelepasan air berlangsung terus,
        lakukan terminasi kehamilan.
2. Aktif
    Bila didapatkan infeksi berat maka berikan antibiotik dosis tinggi. Bila ditemukan
    tanda-tanda inpartu, infeksi dan gawat janin maka lakukan terminasi kehamilan.
    a. Induksi atau akselerasi persalinan.
    b. Lakukan seksiosesaria bila induksi atau akselerasi persalinan mengalami
        kegagalan.
    c. Lakukan seksio histerektomi bila tanda-tanda infeksi uterus berat ditemukan.

Komplikasi ketuban pecah dini :
1. Ibu : infeksi, sepsis dan kematian. (3,7,9)
2. Janin : kelahiran prematur, infeksi janin, deformitas janin dan kematian janin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: