KETUBAN PECAH DINI

Juni 29, 2007

Masalah :
– Keluarnya cairan berupa air-air dari vaggina setelah kehamilan 22 minggu.
– Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjaadi sebelum proses persalinan berlangsung.
– Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi ppada kehamilan preterm sebelum
   kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.

Diagnosis Cairan Vagina (lihat tabel di bawah !)

Konfirmasi diagnosis :
– Bau cairan ketuban yang khas.
– Jika keluarnya cairan ketuban sedikit-seedikit, tampung cairan yang keluar dan nilai
   1 jam kemudian.
– Dengan spekulum DTT, lakukan pemeriksaann inspekulo. Nilai apakah cairan
   keluar melalui ostium uteri atau terkumpul di forniks posterior.
– Jangan lakukan pemeriksaan dalam dengan  jari-jari karena tidak membantu
   diagnosis dan dapat mengundang infeksi.

Jika memungkinkan lakukan :
– Tes lakmus (tes nitrazin). Jika kertas llakmus merah berubah menjadi biru
   menunjukkan adanya cairan ketuban (alkalis). Darah dan infeksi vagina dapat
   menghasilkan tes positif palsu.
– Tes pakis dengan meneteskan cairan ketubban pada gelas objek dan dibiarkan
   kering. Pemeriksaan mikroskopik menunjukkan kristal cairan amnion dan
   gambaran daun pakis.

Penanganan umum :
– Konfirmasi usia kehamilan dengan USG.
– Melakukan pemeriksaan inspekulo (dengan  spekulum DTT) untuk menilai cairan
   yang keluar (jumlah, warna, bau) dan membedakannya dengan urin.
– Jika ibu mengeluh perdarahan pada akhir  kehamilan (setelah 22 minggu), jangan
   melakukan pemeriksaan dalam secara digital.
– Tentukan ada tidaknya infeksi.
– Tentukan tanda-tanda inpartu.

Penanganan :
1. Rawat di rumah sakit.
2. Jika ada perdarahan per vaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta.
3. Jika ada tanda-tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau), berikan antibiotik
    (= amnionitis).
4. Jika tidak infeksi dan kehamilan kurang 37 minggu :
    a. Berikan antibiotik untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin.
        – Ampisilin 4 x 500 mg selama 7 hari + eritromisin 3 x 250 mg per oral selama
           7 hari.
    b. Berikan kortikosteroid kepada ibu untuk memperbaiki kematangan paru janin.
        – Betametason 12 mg IM dalam 2 dosis setiap 12 jam.
        – Deksametason 6 mg IM dalam 4 dosis setiap 6 jam.
        – Jangan memberikan kortikosteroid bila ada infeksi.
    c. Lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu.
    d. Jika terdapat his dan darah-lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm.
5. Jika tidak terdapat infeksi dan kehamilan lebih 37 minggu :
    a. Jika ketuban telah pecah lebih 18 jam, berikan antibiotik profilaksis untuk
        mengurangi resiko infeksi streptokokus grup B :
        – Ampisilin 2 gr IV setiap 6 jam atau
        – Penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam sampai persalinan
        – Jika tidak ada infeksi pasca persalinan, hentikan antibiotik.
    b. Nilai serviks :
        – Jika serviks sudah matang, lakukan induksi persalinan dengan oksitosin.
        – Jika serviks belum matang, matangkan serviks dengan prostaglandin dan
           infus oksitosin atau lahirkan dengan seksio sesarea.

Penanganan amnionitis :
1. Berikan antibiotik kombinasi sampai persalinan
    a. Ampisilin 2 gr IV setiap 6 jam + gentamisin 5 mg/kgBB IV setiap 24 jam.
    b. Jika persalinan per vaginam, hentikan antibiotik pasca persalinan.
    c. Jika persalinan dengan seksio sesarea, lanjutkan antibiotik dan berikan
        metronidazol 3 x 500 mg IV sampai bebas demam selama 48 jam.
2. Nilai serviks :
    a. Jika serviks matang, lakukan induksi persalinan dengan oksitosin.
    b. Jika serviks belum matang, matangkan dengan prostaglandin dan infus
        oksitosin atau lakukan seksio sesarea.
3. Jika terdapat metritis (demam, cairan vagina berbau), berikan antibiotik.
4. Jika terdapat sepsis pada bayi baru lahir, lakukan pemeriksaan kultur dan

Tabel Diagnosis Cairan Vagina

Gejala & Tanda Selalu Ada Gejala & Tanda Kadang-Kadang Ada Diagnosis Kemungkinan
Keluar cairan ketuban Ketuban pecah tiba-tiba
Cairan tampak di introitus
Tidak ada his dalam 1 jam
Ketuban pecah dini
Cairan vagina berbau
Demam / menggigil
Nyeri perut
Riwayat keluarnya cairan
Uterus nyeri
Denyut jantung janin cepat
Perdarahan per vaginam sedikit
Amnionitis
Cairan vagina berbau
Tidak ada riwayat ketuban pecah
Gatal
Keputihan
Nyeri perut
Disuria
Vaginitis / servisitis
Cairan vagina berdarah Nyeri perut
Gerak janin berkurang
Perdarahan banyak
Perdarahan antepartum
Cairan berupa darah-lendir Pembukaan & pendataran serviks
Ada his
Awal persalinan aterm atau preterm

    berikan antibiotik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: