ASMA BRONKIAL DALAM KEHAMILAN

Juni 29, 2007

Asma dalam kehamilan adalah gangguan inflamasi kronik jalan napas terutama sel mast dan eosinofil sehingga menimbulkan gejala periodik berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk yang ditemukan pada wanita hamil. (1)

Etiologi asma bronkial :
1. Reaksi imunologi (alergi) dimana IgE meninggi.
2. Faktor genetik.
3. Gabungan antara reaksi imunologi dan genetik.

Kriteria diagnostik asma bronkiale :
Batuk, sesak, wheezing, hiperventilasi, dispnea, takipnea, ortopnea, ekspirasi memanjang, sianosis, takikardi persisten, penggunaan obat bantu pernapasan, kesukaran bicara, dan pulsus paradoksus. (1,2,5)

Indikasi masuk rumah sakit : (1,3)
– Asma akut dengan bronkodilator yang tidakk membaik
– Takikardi persisten
– Dispnea
– Hipertensi
– Pulsus paradoksus
– Sianosis
– Hipoksemia (PO2 kurang 70 mmHg)
– Hiperkapnia (PCO2 kurang 38 mmHg)
– Emfisema subkutan

Pemeriksaan penunjang :
– Uji faal paru

Inform konsen (perlu)

Penatalaksanaan : (1,2,3)
Prinsipnya tidak berbeda dengan asma lain. Sedapat mungkin menggunakan obat oral sedikit mungkin. Obat yang terpilih yaitu golongan bronkodilator seperti agonis beta-2 inhalar dengan atau steroid.

Penatalaksanaan Asma Akut
___________________________
– O2 4-6 liter per menit
– Beta-2 agonis : salbutamol 5 ml; feneterool 2,5 mg; terbutalin 10 mg dengan
   inhalasi nebolisasi dapat diulang setiap 20 menit dalam 1 jam; parenteral,
   subkutan, intravena. Terbutalin 0,25 mg dalam dekstran 5% pelan-pelan.
– Aminofilin bolus intravena 5-6 mg/kgbb. BBila sudah menggunakan aminofilin
   kurang 12 jam berikan setengah dosis saja.
– Kortikosteroid sistemik.

Penataksanaan Asma Kronik
_________________________
– Desensitasi alergen : teofilin 800-1200 mmg/hr (oral)
– Terbutalin 2,5-5 mg
– Prednison 30-60 mg per hari (oral)
– Betametrion inhalar 100 mg.

Persalinan biasanya dapat berlangsung akan tetapi bila penderita masih dalam serangan dapat diberikan pertolongan tindakan berupa ekstraksi vakum atau forceps. Tindakan seksio sesar atas indikasi asma jarang atau tidak pernah dilakukan. (4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: