Bayi Tabung

Juni 28, 2007

Saya jadi latah untuk membicarakan topik ini, setelah beberapa hari yang lalu melihat acara sejenis talkshow “kickandy” di Metro TV. Saya jadi tergelitik untuk menulis hal ini dalam versi saya. Setelah sedikit mengintip referensi dari internet, saya dapat menuliskan dan mengambil suatu kesimpulan bahwa bayi tabung atau istilah kedokterannya In Vitro Fertilization (IVF), merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu metode untuk mendapatkan keturunan tetapi tidak melalui proses “hubungan suami istri”. Menarik memang…

Pada proses metode bayi tabung atau IVF, yang dilakukan adalah menyatukan sperma dan ovum di luar rahim yaitu dalam sebuah tabung di laboratorium dimana tabung tersebut dikondisikan sedemikian rupa sehingga menyerupai dengan tempat pembuahannya yang asli yaitu rahim wanita, setelah terjadi pembuahan dan menghasilkan embrio maka embrio tersebut seterusnya di suntikkan ke dalam rahim untuk dibiarkan berkembang, selanjutnya si ibu akan hamil dan kemudian melahirkan seorang bayi, seperti Louis Brown yang terlahir dari proses IVF pada tahun 1978 di Inggris.

Fenomena itu membuka jalan bagi pasutri yang mungkin mengalami kendala dalam pembuahan. Karena dengan adanya metode bayi tabung ini, pasutri yang mempunyai masalah secara medis dapat mempunyai keturunan.
Yang lebih menarik lagi… gagasan mengenai bayi tabung ini sudah dimanfaatkan oleh tahanan di palestina, dimana mereka tidak diizinkan untuk meninggalkan penjara untuk menemui istri mereka, sedangkan mereka ingin mempunyai keturunan, so…apa yang mereka bisa lakukan selain memanfaatkan teknologi ini.
Jadi untuk pasutri yang jarak jauh dimana tidak memungkinkan untuk melakukan hubungan suami istri tetapi menginginkan keturunan dapat menerapkan metode bayi tabung ini🙂

Disamping itu, fenomena bayi tabung ini membuat sebagian orang moderat atau liberal yang mempunyai prinsip bahwa perkawinan adalah pengekangan hak, mulai berfikir (atau mungkin sudah melakukan…?) untuk mempunyai keturunan tanpa melewati hubungan suami istri, dimana proses perkawinan bisa dihilangkan atau di delete tetapi tetap dapat mendapatkan keturunan. Prosesnya simple… hanya tinggal ke bank sperma terus memilih metode bayi tabung apa yang akan digunakan, kemudian terjadi kehamilan dan melahirkan seorang bayi, bayi yang lucu…bayi tanpa dosa.
Waaah… kalau seperti ini sudah “membiasa” apa yang terjadi…?? banyak berserakan single parent seantero dunia… dan pasangan lesbi jadi mempunyai solusi untuk mendapatkan keturunan mereka. Peran laki-laki sebagai partner hidup bisa diabaikan secara fisik karena yang diperlukan hanya sperma. Mengerikan sekali yaaa…Tapi kita tidak boleh mengabaikan psikologi anak-anak yang terlahir dari proses “bayi tabung” dengan alasan seperti ini, apakah mereka siap untuk menjalankan kehidupan tanpa pernah mengenal asal muasal mereka??? Bukankah setiap manusia untuk bisa memahami dirinya sendiri harus mengetahui sejarahnya ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: